take time to realize

Ivan Seidenberg says “Do your best performance, because someone’s watching over you”

Sebuah ungkapan jenius yang sering kali tak disadari oleh kebanyakan orang.

Banyak orang baik yang merasa sedih karena merasa tak diperhatikan oleh orang lain dan bahkan mengeluh mengapa orang jahat lebih beruntung dari dirinya.

Tak sedikit pula orang jahat yang melenggang karena merasa tak ada yang menyadari kejahatannya.

(suatu fenomena kontradiktif yang dekat dengan kehidupan kita)

Lessons for us

Apapun yang kita lakukan (red: good or bad) pasti ada yang sedang mengamati kita,,jika bukan manusia, kita harus tahu bahwa ada Tuhan yang selalu memperhatikan tingkah laku kita,,so, do our best and act like a best man

Fulfilling a Promise

Jr (42)Ever since the beginning the girl’s family member disagree her relationship with the boy. Saying that because of family background, if she insist of being together with the boy, she’ll suffer for her whole lifetime.
Because of the pressure applied by family members, she frequently quarrel with him. The girl does love the boy, she used to ask him, “How much do you love me?”
Because the boy is not good with words, he used to make her angry. With additional comment from her parents, her mood get even worse. The boy, has become her “anger releasing target”. And the boy, just silently allowed her to continuously release her anger on him.
Later, the boy graduated from University. He plan to further study overseas but before he left. He proposed to the girl. ” I, don’t know how to say nice words but I do know that, I love you. If you agree, I am willing to take care of you, the whole life. About your family members, I will work hard to convince them and agree on us.”
“Marry me, will you?”
Her parents, looking at the effort shown by the boy, agreed with them. Finally, before the boy go overseas, they are engaged. The girl stay back in the hometown, step into the working society where as the boy continuing his study overseas. They maintained their relationship through telephone and letters. Although time is difficult to get through with, but both of them never give up.
One day, the girl left home for work as usual on her way to the bus stop, a car lose control and knock her down. As she awake from unconsciousness, she saw her parents and realize how seriously she got hurt and how fortunate of her, not to get killed.
Looking at her parents, with their faced got all wet by their tears, she tried to comfort them. But then, she found out that she can’t even spell out a word, she tried her best to make some voice but all she managed, was to breath without any voice. She’s mute. According to the doctor, the injury affected her brain, and that cause her to be mute for the rest of her life. Listening to her parents persuade, but can’t even reply with a single word, the girl collapsed. Throughout the days, others than crying silently, still it is crying.
Later, the girl discharged from hospital. Returning to her home, everything is still like before. Except that the phone ring, has turned into the worst nightmare of hers. Ring after ring, continuously stimulate her, stimulating her pain, but she can’t tell the boy. She don’t want to be a burden to him and wrote him a letter telling him that she no longer want to wait, the relationship between them ended and even returned him the engagement ring. Facing the letters and telephone from the boy, all she can do, is to allow tears falling from her eyes.
Her father decided to move, after seeing the pain she is suffering. Hoping that she could forget everything and be happier into a new environment, the girl started to learn, slowly picking up sign language and start over again. Also telling herself to forget the boy.
One day, her best friend tell her that the boy’s back. He’s searching all around for her, she asked her best friend not to tell him about her and asked her to tell him to forget her. After that for more than a year there was no news of boy. One day her best friend tells her, that the boy is getting married soon, and passed the Wedding Card to her. She open the card sadly, but she found her name on the card.
The moment she want to ask her best friend, the boy appear in front of her. With an unfamiliar sign language,
He told her ”I spent more than a year’s time, to force myself to learn sign language, in order to tell you, I have not forgot our promise, give me an opportunity, let me be your voice. I love you.”
Looking at the slow sign language by the boy and the engagement ring she gave back to him, She finally smiled.
Moral: Do not be a coward and run away whenever there is a problem, remember that every problem has a solution, never ever break someone’s heart.
Source: http://www.moralstories.org/fulfilling-a-promise/

enjoying life = be grateful :)

waghalsige-transaktionen-adolf-merckle

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

 

le-chanteur-michael-jackson

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

 

 

 

Getulio_Vargas_(1930)

 

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

 

 

 

Marilyn_Monroe_-_publicity

 

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

 

 

article-2302736-190B0B2B000005DC-190_634x393

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

 

 

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya dan suksesnya seseorang.

Yang dapat membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.

Mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.

“Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.”

“Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan pergi berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .”

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. :)
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

Yang kita butuhkan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH.

Hanya dengan HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, dimanapun, dan di dalam kondisi apapun.

tumblr_muid8riG8I1rrjjxto1_500

KEBAHAGIAAN itu milik semua orang yang dapat BERSYUKUR!!

Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, Maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini.

selalu ada PENGHARAPAN

Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan mengamati sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.
 
anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN,
anak kedua pada musim SEMI,
anak ketiga pada musim PANAS,
dan yang keempat pada musim GUGUR
 
4 musim
 
Lalu masing-masing anak memberitahukan hasil pengamatan mereka kepada sang ayah. 
 
Anak pertama: “Pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.”
Anak kedua: “Pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.”
Anak ketiga: “Pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan aroma yang harum.”
Anak keempat: “Aku tidak setuju dengan kalian semua, aku mendapati pohon pir itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.”
 
Ditengah perdebatan dari keempat anaknya yang hasil pengamatannya berbeda-beda, kemudian sang ayah berkata bahwa  mereka semua benar, hanya saja keempat anaknya melihat di waktu yang berbeda.
 
Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan SATU MASA YANG SULIT.”
 
Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain atau bahkan berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh, dan bernasib sial.
 
Ingatlah, bahwa kita berharga di mata TUHAN, dan tidak ada istilah “Nasib Sial” bagi orang percaya!
 
Kerjakan yang menjadi bagian kita dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya.
 
Jika kita tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kita tidak akan menuai hasil di musim gugur.
 
Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang  mengusir kegelapan :)
 
Bersama Tuhan selalu ada pengharapan :)
 
 
Source: http://yuventiamamesah.blogspot.com/2011/08/selalu-ada-harapan.html

your own cross

One man felt that he lived very hard.

He came to God, told him about his troubles, and asked:

Can I choose another cross for myself?

God looked at him smiling, took him to the store of crosses and said:

Let’s choose

He came into the store, looked around, and was surprised.

There is just a variety of crosses – little, big, medium, heavy and light.

He was walking by the store for a long time looking for the littlest and lightest cross and finally found it, then came to God and asked:

May I take this one? – He asked

Yes, you may, it is your own cross. – answered the Lord

02

Hanya yang terbaik yang Tuhan beri — sekali lagi — Hanya yang terbaik yang Tuhan beri

Hanya yang terbaik yang Tuhan beri.

Tak seharusnya kita mempertanyakan statement diatas.

Post ini sengaja penulis beri judul “Hanya yang terbaik yang Tuhan beri — sekali lagi — Hanya yang terbaik yang Tuhan beri” karena memang kalimat ini yang perlu kita ucapkan berulang-ulang sampai kita benar-benar dapat menjalani kehidupan dengan kesadaran penuh bahwa Hanya yang terbaiklah yang Tuhan beri untukmu dan untukku. Jangan perdebatkan caraNya!! Karena akal sehat kita tak akan pernah mampu menjangkau God’s Big Masterplan for human being. Cukup terima saja kenyataan indah bahwa Hanya yang terbaik yang Tuhan beri. Hidup dalam kepenuhan dan kesadaran bahwa segala yang Tuhan izinkan hadir dalam hidup kita adalah caraNya untuk memberi yang terbaik bagi Karya Ciptaan TanganNya :)

Berikut Ilustrasi cerita yang penulis peroleh ketika mengikuti Ibadah Minggu beberapa Minggu lalu :) Selamat Membaca dan Menikmati alur sederhana bagaimana Kebesaran Tuhan dalam memberi yang terbaik dengan caraNya.

 

Jo hanya memiliki Ibunya di dunia ini, mereka hidup berdua dalam kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan. Ibu Jo sudah lama sakit dan harta yang pernah mereka miliki pun terpaksa dijual satu per satu demi memberi pengobatan bagi Ibu tercinta.

Kehidupan yang jauh dari kota membuat Jo agak kesulitan untuk mengusahakan pengobatan terbaik bagi sang Ibu selain juga memang kondisi keuangan mereka yang tak menyokong. Beberapa waktu lalu Jo sempat mendengar kabar dari tetangganya bahwa ada dokter hebat di kota yang handal dalam menyembuhkan penyakit. Namun untuk dapat mencapai kota, Jo perlu berlari +/- 8 jam atau kalau ia mau menempuh perjalanan dengan berjalan kaki maka waktu +/- 10 jam harus mampu ia hadapi. Suatu tantangan yang tak ringan bagi anak berusia 10 tahun.

Jo berpikir keras, apakah dia mampu menahan perjalanan sejauh itu? apakah aman baginya untuk meninggalkan ibunya seorang diri di rumah demi menemui dokter di kota? apakah dia harus berangkat ke kota? Dalam kebimbangan dia melihat ibunya yang terbaring lemah di tempat tidur. Hatinya yang besar tak lagi mampu membendung rasa sedih melihat kondisi ibunya yang lemah tanpa ia melakukan usaha apapun. Jo membulatkan tekad untuk berangkat ke kota, menemui dokter, dan meminta pertolongan pada dokter agar ibunya dapat pulih kembali.

Pagi-pagi benar berangkatlah Jo ke kota. Jo berlari-lari dengan mantap untuk mempersingkat waktu, karena ibu menunggunya di rumah, oleh karena itu dia harus segera sampai di kota dan segera pulang kembali ke rumah. Benar saja, 8 jam perjalanan dengan berlari mampu Jo tempuh dan sampailah ia di depan rumah dokter. Segera ia mengetuk pintu. Tak lama seorang pria paruh baya membuka pintu. Pria itu adalah dokter yang sudah tersiar kabar handal dalam mengobati setiap pasiennya. Dengan nafas tersenggal-senggal Jo berusaha tersenyum dan menyapa dokter yang berdiri di hadapannya. Dokter itu menyuruh Jo masuk, namun ia menolak dengan alasan ia harus segera pulang karena ibu menunggunya di rumah.

Segera Jo jelaskan kondisi sang ibu dan ia meminta agar dokter dapat memberi obat untuk ibunya. Hati dokter tersentuh melihat perjuangan Jo agar ibunya bisa sembuh dari penyakitnya, sehingga dengan ringan dokter memberikan obat kepada Jo secara cuma-cuma. Obat cair dalam botol kaca diberikan dokter setelah mendengar gejala penyakit yang coba dideskripsikan oleh Jo kepadanya. Betapa senang dan berterima kasihnya Jo atas kebaikan hati dokter. Segera ia minta izin untuk pulang ke rumah dengan membawa obat manjur dari dokter.

Jo kembali berlari, berlari sekencang-kencangnya menuju rumah. Kira-kira satu jam lagi mencapai rumah, Jo terantuk batu. Jo terjatuh, ia terpelanting dan obat yang baru saja ia peroleh dari dokter terlepas dari tangannya. Botol kaca itu pecah dan seluruh isinya tercecer — tak ada yang tersisa. Jo menatap botol itu dengan hati yang sedih, air matanya berlinang, dia marah, dia kesal, dia geram, dia lelah, dia menyesal, dia bingung. Jo sudah berjuang dengan sangat keras untuk mendapatkan obat itu, perjalanan panjang sudah ia tempuh, dokter juga sudah berbaik hati memberi obat secara cuma-cuma untuknya, bagaimana bisa semua itu rusak justru di saat-saat terakhir sebelum obat ini sempat diberikan pada ibunya yang sakit.

Jo kemudian berpikir untuk kembali kepada dokter, tak mungkin baginya pulang dengan tangan hampa. Walaupun ia harus mundur kembali ke kota, tekadnya bulat untuk mendapatkan obat bagi ibunya. Jo bangkit dan dengan lutut yang terluka ia paksakan berlari kembali ke arah kota. Jo akhirnya sampai kembali ke kota dan kini ia berdiri kembali di depan rumah dokter yang telah memberinya obat. Jo mengetuk pintu dan segera pintu dibukakan. Dokter membuka pintu dengan ekspresi pucat. Dokter kaget melihat Jo datang kembali. Jo menangis, ia meminta maaf pada dokter, ia ceritakan bahwa ia telah memecahkan obat yang dokter berikan sebelum ia sempat sampai ke rumah dan bertemu ibunya. Dan ia datang kembali untuk meminta dokter agar berkenan memberikan kembali obat untuk ibunya.

Respon yang diberikan dokter pada Jo diluar dugaan. Dokter justru memeluk Jo, Ia meminta maaf dan juga berterimakasih pada Jo atas semua yang telah terjadi. Jo bingung. Kemudian dokter menjelaskan bahwa obat yang dibawa oleh Jo sebelumnya ialah desinfectant yang keliru diambil oleh dokter. Ketika dokter menyadari bahwa ia salah memberi obat, dokter segera mengejar Jo namun terlambat karena Jo telah berlari dengan begiru cepat sehingga dokter kehilangan jejak Jo. Betapa merasa bersalahnya dokter dan betapa menyesalnya dokter bila obat itu sampai diberikan Jo pada ibunya. Namun dokter juga tak mampu mencegah Jo — semua seolah telah terlambat. Namun mendengar cerita Jo, dokterpun berterimakasih karena obat itu tak sempat sampai ia berikan pada ibunya. Kalau saja obat itu sampai diberikan pada Ibu Jo, maka bukan pengobatanlah yang akan diperoleh Ibu Jo.

Dokter yang semula pucat dan merasa bersalah itu segera mengambil tas yang berisi peralatan medisnya dan beberapa obat seraya mengajak Jo masuk ke dalam mobil. Mereka menyegerakan perjalanan mereka untuk menemui Ibu Jo dan memberi pengobatan yang benar dan tepat. Dokter memberi pengobatan yang intense sehingga Ibu Jo dapat pulih dari penyakitnya dan Jo sangat berterimakasih pada kebaikan hati sang dokter. Jo juga berterimakasih pada Tuhan atas semua yang terjadi. Bahkan dalam kejatuhannya, dan usahanya yang tampak sia-sia, hadiah terbaik Tuhan siapkan untuknya dan untuk ibunya.

—– The End :)

 

Take Time To Think

Tak jarang kita marah, geram, kesal, menyesal, meratap, dan bahkan menyalahkan Tuhan ketika usaha maksimal yang telah kita lakukan seolah sia-sia. Kita jatuh tepat di titik terdekat dengan titik yang kita anggap keberhasilan. Kita sering lupa betapa terbatasnya kita. Kita mengabaikan kenyataan bahwa perencanaan-perencanaan yang telah kita buat sedemikian rupa begitu rapuh dan rentan. Tak semua rencana baik yang kita rancangkan untuk diri kita benar-banar baik untuk kita. Sangat manusiawi bila perencanaan kita tak sempurna karena pandangan kita memang terbatas, pengetahuan kita terbatas, kekuatan kita terbatas, sumber daya yang kita miliki benar-benar terbatas.

Namun apakah ini, alasan terbaik bagi kita untuk menjalani saja hidup ini seperti air yang mengalir. Tanpa perencanaan? Tanpa usaha? Tanpa daya juang? Tidak!! Itu bukan alasan!! Segala sumber daya yang kita miliki memang terbatas, namun semua itu tersedia. Semua itu Tuhan sediakan untuk kita optimalkan. Kita optimalkan untuk menjadi yang terbaik dan meraih segala hal-hal baik dalam hidup ini. Dan bila kita merasa sudah berusaha dengan maksimal namun nampaknya semua usaha sia-sia. Semua perjuangan tak kunjung bertemu dengan tujuan yang ingin dicapai.

Tenanglah.

Bijaklah.

Menengadahlah ke atas.

Lihatlah ke langit luas.

Betapa luasnya langit terbentang.

Langit ciptaan Tuhan.

Lalu tersenyumlah.

Tersenyumlah dengan hatimu.

Tersenyum walapun hatimu hancur.

Tersenyum walaupun air matamu mengalir.

Tersenyum karena kau kembali diingatkan bahwa Tuhan Maha Pengasih.

Tersenyum karena Tuhan yang Maha Pengasih itu hanya akan memberikan yang terbaik bagimu.

Hanya yang terbaik yang Tuhan beri — sekali lagi — Hanya yang terbaik yang Tuhan beri

 

:)

 

Note:
Nama Tokoh, alur cerita, serta cara bertutur telah dimodifikasi oleh penulis 

 

Doa sepasang Kekasih

iStock_000007173441XSmall
Ya Tuhan, 
Ajarilah kami berdua untuk tidak merasa terkekang oleh cinta,
namun melihatnya sebagai karunia istimewa
bagi perkembangan diri kami bersama
Karuniailah kami berdua

keberanian untuk memandang perbedaan-perbedaan kami 
sebagai rahmat dan bukan sebagai ancaman
dan membiarkan diri kami dimekarkan 
oleh perbedaan-perbedaan itu. Anugerahilah kami berdua
kesungguhan untuk memahami pasangan kami,
ketulusan untuk saling membuka hati dan berbagi diri
sehingga kian dewasalah cinta kami.

Jauhkanlah kami berdua
dari kebosanan untuk saling menyatakan cinta,
dari keangkuhan untuk selalu membenarkan diri,
dari keengganan untuk saling mengampuni,
dari ketakutan untuk saling mempercayai. 

Curahkanlah kepada kami berdua kerinduan yang tulus 
untuk selalu menghormati pasangan kami,
untuk selalu saling membahagiakan,
untuk selalu memurnikan dan menyucikan cinta kami.

Dengan demikian, ya Tuhan…

Semoga kami berdua kian memahami 
bahwa cinta kami ini hanyalah anugerahMU semata
dan Tuhanlah yang menghadiahkan kami
satu bagi yang lain… 

Amin