Aside

sebuah R A H A S I A dibalik D O A

Ada seorang pemuda yang rajin berdoa,
meminta sesuatu pada Tuhan,
tapi doanya tak kunjung terkabul.


-- sebulan menunggu --

doanya masih belum terkabul, namun dia setia berdoa

-- tiga bulan menunggu --

doanya masih tetap belum terkabul, dan dia tetap setia berdoa

-- hampir setahun menunggu --

doanya masih tetap belum terkabul juga


Mulailah pemuda itu melihat sekelilingnya,
mencari apakah hanya doanya yang tak terkabul,
Dia melihat teman kantornya, orangnya biasa saja,
tak istimewa,
jarang beribadah,
kelakuannya sering tak beres,
dan masih banyak hal kurang baik dari teman kantornya.

Namun anehnya,
apa yang didoakan terkabul,
seolah hidupnya mudah dan berjalan seperti yang dia inginkan.

Dalam kebingungan, si pemuda bertanya kepada seorang bijak,
mengapa teman kantornya dalam segala kekurangannya mendapat jawaban doa,
sedangkan dia -- yang taat dan rajin berdoa --
tak kunjung mendapatkan jawaban atas doa-doanya.

Orang bijak tersenyum sambil menceritakan sebuah analogi:


'bila kamu didatangi oleh pengamen yang urakan, suaranya fals,
dan main musik seenaknya, apa yang kamu lakukan?'
'bila kamu didatangi oleh pengamen yang rapi, musiknya bagus,
suaranya merdu, apa yang kamu lakukan?'



Dengan mudah si pemuda menjawab
'Tentu aku akan memberi uang receh kepada pengamen urakan,
agar dia segera pergi,
sebaliknya,
aku akan menikmati permainan lagu pengamen yang rapi,
bila perlu aku akan meminta pengamen tersebut bernyanyi beberapa lagu
sebelum akhirnya aku akan memberikan 100 ribuan pada pengamen rapi tsb'


Orang bijak tersenyum

'Begitulah Tuhan ketika melihat engkau,
yang taat dan setia datang menghadap-Nya.'


Tampak perubahan raut wajah si pemuda


'Tuhan senang mendengarkan doamu,
melihamu,
dan Tuhan ingin bertemu denganmu lebih lagi,
mudah bagi Tuhan untuk memberi lebih dari apa yang kau minta,
tapi Dia ingin menahanmu sedikit lebih lama,
bukan untuk mempermainkanmu,
Dia ingin melihat kesetiaanmu,
Dia ingin lebih dekat denganmu,
bila doamu dikabulkan apakah kau akan sedekat ini denganNya?
karena dipenghujungnya nanti,
Dia akan memberi lebih besar dari apa yang kau minta' 







Sumber: Facebook John Lius, dengan beberapa penyesuaian

 

Status

story of feelings

.

once,

there was an island where all the feelings lived together

.

.

one day,

there came a storm in the sea and the island was about to drown

every feeling was scared but LOVE made a boat to escape

.

all the feelings jumped in the boat except for one feeling

.

LOVE got down to see who it was

it was EGO

.

.

.

LOVE tried and tried but EGO didn’t move

everyone asked LOVE to leave EGO

and come in the boat

but LOVE was meant to love

LOVE remained with EGO

.

.

.

all other feelings were left alive

but

LOVE died because of EGO

.

.

.

.

.

— the end —