Izinkan TUHAN yang mengemudikan hidup kita

Kita tidak pernah mempertanyakan ke mana sopir bus yang kita tumpangi akan membawa busnya. Setidaknya tidak sesering kita mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita.

—————————–

Take Time To Think:

 

Alkisah,

Ada seorang ayah mengajak puterinya, Asa, 6 tahun,

mengendarai mobil menuju ke sebuah museum.

Sudah lama Asa menginginkannya.

Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti

dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

 

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah,

“Ayah tahu tempatnya?”, tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.

“Tahu, jangan kuatir …, ” jawab Ayah sambil tersenyum.

“Memang Ayah tahu tempat jalan-jalannya?”

“Ayah tahu, jangan kuatir …”

“Benar, Kita tidak akan kesasar yah?”

“Benar, jangan kuatir …,” jawab Ayah tetap dengan sabar.

“Nanti kalau Asa haus, bagaimana ?”

“Tenang, nanti Ayah beli air mineral …”

“Terus kalau lapar?”

“Tenang, Ayah ajak Asa ke restoran …”

“Memang ayah tahu tempat restorannya?”

“Tahu, sayang …”

“Memang ayah bawa cukup uang?”

“Cukup, sayang …”

“Kalau Asa ingin ke kamar kecil?”

“Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita …”

“Memang di museum ada toiletnya?”

” Ada , jangan kuatir …”

“Ayah bawa tissue juga ?”

“Bawa, jangan kuatir …,” kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.

“Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini ?”

“Ayah cari jalan yang lebih cepat … supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti …”

Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi.

Giliran san Ayah yang bingung,

“Kenapa Asa diam, sayang?”

“Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar serta bantu Asa nanti!”

————————

Sekilas mungkin reaksi kita kesal pada tokoh Asa — yang terlalu banyak bertanya dan penuh kekhawatiran.

Namun bila kita jujur, seringkali kita bersikap seperti Asa. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Kita terlalu khawatir akan hidup dan kehidupan yang kita jalani. Padahal sesungguhnya Tuhan “sedang mengemudi” untuk Kita semua.

Kadang Ia membawa kita ke “gang sempit” yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari “kemacetan” di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat “kendaraan-Nya”, kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya. Dan maksud yang terbaiklah yang Ia miliki atas hidup dan kehidupan Kita.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan Kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Kita, biarkan Dia mengemudikan hidup Kita, sebaliknya fokuskan hidup pada hal-hal yang bisa Kita kerjakan, dengan berkat dan kemampuan yang sudah Kita dapatkan dari-Nya.

 

Tuhan Memberkati

 

Source: http://www.klinikrohani.com/2008/01/biarlah-tuhan-yang-mengemudikan-hidup.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s