Image
0

1874

————

di saat-saat kritis Arthur Ashe

sebelum menghembuskan nafas terakhirnya karena AIDS akibat terinfeksi saat operasi jantung,

ia menerima surat dari seorang penggemar fanatiknya yang berisikan:

mengapa Tuhan memilihmu untuk menanggung penyakit yang disebabkan oleh kelalaian orang lain?

Arthur Ashe berfikir untuk menjawab surat tersebut,

ia berharap surat balasan darinya dapat menyadarkan penggemarnya agar jangan sampai menyalahkan dan mencampuri kedaulatan Tuhan atas apa yang terjadi pada dirinya

berikut surat balasan dari Arthur Ashe:

di dunia ini ada setidaknya

lima puluh juta anak mulai bermain tenis,

lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,

lima ratus ribu berlatih tenis secara professional,

lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,

lima ribu mencapai Grand Slam,

lima puluh mencapai Wimbledon,

empat mencapai semifinal,

dua mencapai final,

satu juaranya.

Arthur Ashe menambahkan penjelasan dalam suratnya:

dan ketika saya menjadi juara,

ketika saya menggenggam piala,

saya tidak pernah mempertanyakan

‘ MENGAPA HARUS SAYA TUHAN? ‘

***

lalu bagaimana mungkin

saat ini

ketika saya sedang sakit

saya mempertanyakan

‘ MENGAPA HARUS SAYA TUHAN? ‘

————

Take Time To Think:

seberapa sering kita merasa tidak puas dengan kehidupan kita,

sementara banyak orang di dunia ini yang mendambakan kehidupan seperti yang kita miliki

jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan — tentu orang kaya di bumi akan menari-nari penuh kebahagiaan di jalanan; ternyata hal itu lebih banyak dilakukan oleh anak orang-orang miskin

jika kekuasaan menjamin keamanan — tentu orang-orang penting akan hidup tanpa pengawalan; ternyata kebanyakan orang sederhanalah yang bisa tidur nyenyak dan bepergian tanpa pengawalan

ada baiknya,

ketika kita begitu ingin mempertanyakan:

‘ MENGAPA HARUS SAYA TUHAN? ‘

atas semua kondisi

yang tak kita rencanakan,

yang tak pernah kita harapkan,

dan yang tak kita inginkan

***

dalam doa,

dengan kerendahan hati,

kita berserah kepada-Nya seraya membisikkan:

‘ JADILAH KEHENDAKMU TUHAN ATAS HIDUPKU ‘

lalu

berbahagialah

bersukacitalah

berprasangka-baiklah

nikmatilah

berbagilah

tersenyumlah

tertawalah

hiduplah dengan utuh

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s