Aside

sebuah R A H A S I A dibalik D O A

.

.

.

ada seorang pemuda yang rajin berdoa,

meminta sesuatu pada Tuhan,

tapi doanya tak kunjung terkabul

.

.

.

— sebulan menunggu —

.

.

.

doanya masih belum terkabul,

namun dia setia berdoa

.

.

.

— tiga bulan menunggu —

.

.

.

doanya masih tetap belum terkabul,

dan dia tetap setia berdoa

.

.

.

— hampir setahun menunggu —

.

.

.

doanya masih tetap belum terkabul juga

.

.

.

.

.

mulailah pemuda itu melihat sekelilingnya,

mencari apakah hanya doanya yang tak terkabul,

.

.

.

dia melihat teman kantornya,

orangnya biasa saja,

tak istimewa,

jarang beribadah,

kelakuannya sering tak beres,

dan masih banyak hal kurang baik dari teman kantornya

.

.

.

namun anehnya,

apa yang didoakan terkabul,

seolah hidupnya mudah dan berjalan seperti yang dia inginkan

.

.

.

dalam kebingungan,

si pemuda bertanya kepada seorang bijak,

mengapa teman kantornya dalam segala kekurangannya mendapat jawaban doa,

sedangkan dia

— yang taat dan rajin berdoa —

tak kunjung mendapatkan jawaban atas doa-doanya

.

.

.

.

.

orang bijak tersenyum sambil menceritakan sebuah analogi:

‘ bila kamu didatangi oleh pengamen yang urakan,

suaranya fals,

dan

main musik seenaknya,

apa yang kamu lakukan?’

.

lalu di lain sisi

.

bila kamu didatangi oleh pengamen yang rapi,

musiknya bagus,

suaranya merdu,

apa yang kamu lakukan? ‘

.

.

dengan mudah si pemuda menjawab

Tentu aku akan memberi uang receh kepada pengamen urakan, agar dia segera pergi,

sebaliknya,

aku akan menikmati permainan lagu pengamen yang rapi,

bila perlu,

aku akan meminta pengamen tersebut bernyanyi beberapa lagu sebelum akhirnya aku akan memberikan 100 ribuan pada pengamen rapi tsb

.

.

.

orang bijaktersenyum

‘ Begitulah Tuhan ketika melihat engkau,

yang taat dan setia datang menghadap-Nya 

.

.

tampak perubahan raut wajah si pemuda

Tuhan senang mendengarkan doamu,

melihamu,

dan Tuhan ingin bertemu denganmu lebih lagi,

mudah bagi Tuhan untuk memberi lebih dari apa yang kau minta,

tapi Dia ingin menahanmu sedikit lebih lama,

bukan untuk mempermainkanmu,

Dia ingin melihat kesetiaanmu,

Dia ingin lebih dekat denganmu,

bila doamu dikabulkan apakah kau akan sedekat ini denganNya?

karena dipenghujungnya nanti,

Dia akan memberi lebih besar dari apa yang kau minta

.

.

.

.

.

Sumber: Facebook John Lius, dengan beberapa penyesuaian

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s